Teknik Sampling dan Purposive Sampling + Contohnya

Teknik Sampling – Dalam dunia penelitian, sampling adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Teknik sampling untuk penelitian dilakukan berdasarkan pakar dan statistikian. Agar lebih jelas, berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai mulai dari pengertiannya, teknik, langkah-langkah dan contohnya.

Teknik Sampling dan Contohnya dalam Penelitian

Mengingat betapa pentingnya kegiatan pengambilan sampel untuk penelitian, tidak mengherankan jika ada banyak pula ahli yang mengemukakan pendapatnya terkait dengan kegiatan ini. Sugiono (2001) adalah ahli yang turut memberikan penjelasan mengenai teknik sampling. Dimana ia menjelaskan bahasa teknik dalam pengambilan sampel adalah cara yang digunakan untuk menentukan sampel. Penentuan sampel ini akan memperhatikan ukuran dam jumlah sampel yang akan digunakan sebagai sumber data yang sebenarnya. Dalam penentuan ini, peneliti harus memperhatikan penyebaran dan sifat populasi. Sehingga sampel yang diperoleh cukup representatif.

Dalam kegiatan penelitian, teknik pengambilan sampel dibagi menjadi beberapa bagian. Biasanya, penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel dengan sistem randomisasi. Artinya adalah sampel diambil secara acak dari populasi atau kumpulannya. Teknik ini dibagi menjadi 2 yakni teknik pengambilan sampel probabilitas dan teknik non probabilitas. Bagi Anda yang belum tahu, pengambilan sampel dengan teknik non probability adalah suatu teknik atau cara yang tidak memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk anggota atau unsur populasi untuk dipilih sebagai sampel.

teknik sampling

Sedangkan metode sampling probability adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk setiap anggota atau unsur agar bisa dipilih sebagai sampel. Teknik sampling probability contohnya adalah simpel random sampling. Sedangkan contoh Nonprobability sampling adalah sampling kuota, sampling sistematis, sampling aksidental, snowball sampling dan sampling jenuh.

Purposive sampling juga salah satu teknik yang masuk dalam probability sampling. Teknik ini biasanya digunakan untuk penelitian yang sifatnya kuantitatif. Sekedar informasi, penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berupaya untuk mengintegrasikan dan menggeneralisasikan hasil penelitian yang dilakukan pada populasi yang diketahui memiliki persamaan.

Tapi karena ada beberapa pertimbangan lain, penelitian tidak bisa memakai populasi. Sehingga sampel lebih sering dipakai. Sampel adalah anggota yang termasuk ke dalam populasi yang nantinya akan diteliti. Supaya sampel yang diambil untuk penelitian dapat mewakili ciri atau karakteristik populasi yang akan diteliti, maka penelitian melakukan teknik sampling.

Purposive sampling adalah salah satu teknik dalam penentuan sampel yang menggunakan pertimbangan tertentu dalam memilih sampel tersebut. Pemilihan sampel dalam teknik purposive sampling menggunakan dasar-dasar yang ditentukan peneliti agar bisa mendapatkan sampel yang sesuai dengan kegiatan penelitian.

Teknik purposive sampling memilih sekelompok subyek berdasarkan karakteristik tertentu yang dinilai memiliki keterkaitan dengan ciri-ciri atau karakteristik dari populasi yang akan diteliti. Karakteristik ini sudah diketahui oleh peneliti. Sehingga mereka hanya perlu menghubungkan unit sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Baca juga : Populasi dan Sampel

Kegiatan ini harus disesuaikan dengan permasalahan penelitian dan tujuan penelitian. Contoh purposive sampling misalnya adalah klasifikasi tanaman yang akan digunakan untuk penelitian. Dimana peneliti mengambil beberapa tanaman dengan klasifikasi yang sama untuk diteliti sesuai dengan kebutuhan.

Langkah langkah teknik sampling dibedakan menjadi beberapa tahapan. Dalen (1981) menjelaskan bahwa langkah-langkah dalam pengambilan sampel adalah menentukan populasi yang akan diteliti, mencari informasi data yang akurat terkait dengan unit populasi atau anggota populasi, memilih sampel yang dapat memberikan informasi secara representatif dan menentukan berapa jumlah sampel yang dibutuhkan.

Kini, Anda sudah memahami apa yang dimaksud dengan teknik sampling, langkah dan contohnya bukan? Demikianlah ulasan kali ini, semoga dapat menambah informasi Anda.